HomeWedding5 Cara Tinggal Dengan Mertua Agar Damai

5 Cara Tinggal Dengan Mertua Agar Damai


banner5nov


After married ada pasangan yang akhirnya tinggal bersama mertua karena berbagai alasan. Dari ketidaksiapan finansial untuk membeli rumah, orang tua sakit yang membutuhkan perawatan, hingga budaya yang mengharuskan hidup bersama keluarga besar. Karenanya, kami hadirkan 5 Aturan & Cara Tinggal Dengan Mertua.

Gambar Cara Tinggal Dengan Mertua, Tinggal Bersama Mertua

BUNDA.co –  Apapun alasanya, hidup bersama mertua bukanlah suatu yang mudah. Akan ada saat di mana istri/suami, atau dua duanya membutuhkan privasi yang lebih. Di sinilah biasanya masalah bermula.

Sebagaimana dilansir newlyweds.about.com, ada beberapa manfaat hidup bersama mertua. Anda dapat menghemat pengeluaran. Jika Anda bekerja, ibu mertua bisa membantu memasak untuk makan malam. Ayah mertua mungkin juga bisa membantu memperbaiki alat-alat rumah yang rusak atau membantu antar jemput anak sekolah.

 

5 Aturan dan Cara Tinggal Dengan Mertua

Akan mudah jika masing-masing memiliki kepekaan dan pengertian yang baik sehingga bisa tinggal bersama menjadi sebuah keluarga. Namun hidup dengan mertua akan lebih mudah jika semuanya dipersiapkan dengan baik.

1. Membuat Batasan

Sebelum memutuskan untuk menikah, bicarakan dengan pasangan tentang aturan-aturan di rumah. Sebagai contoh, ada giliran mengambil sampah dan memasak untuk menghindari satu sama lain merasa seperti semua tanggung jawab dipikul olehnya.

Aturan lain mungkin Anda dan pasangan setidaknya memiliki 1 hari dalam seminggu untuk benar-benar bisa merasa memiliki kehidupan sendiri. Terpenting adalah membuat aturan yang akan membantu Anda dan pasangan hidup dengan nyaman, terlepas dari siapa saja yang tinggal di rumah.

2. Buat Privasi

Hal terpenting bagi pasangan suami istri, terutama pengantin baru adalah privasi. Ini satu-satunya cara agar keduanya memiliki keintiman untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik sebagai bekal membangun keluarga sendiri. Pada tahap ini ada semacam kegiatan membuat fondasi dalam sebuah bangunan yang baiknya hanya melihatkan istri dan suami.

Meski lebih sulit memiliki privacy jika tinggal dengan mertua, ada hal-hal yang bisa diusahakan. Bahkan jika tinggal di apartemen atau rumah yang kecil, ada pembagian ‘daerah Anda’ yang tidak boleh dimasuki mertua. Sebaliknya, ada juga ‘daerah mertua’ yang tidak boleh Anda masuki.

Akan lebih baik jika Anda memiliki tempat tinggal sendiri. Semua lebih baik jika Anda dan mertua memiliki apartemen/rumah sendiri yang masing-masing memiliki dapur kecil meski masih dalam satu komplek/gedung.

Ini untuk menjaga agar satu sama lain tidak bertemu sepanjang waktu. Adalah cara yang baik agar memiliki privacy tapi masih bisa saling menjaga satu sama lain.

3. Jangan Ikut Campur Perdebatan Keluarga

Saat ini, pasangan Anda hidup dengan keluarga aslinya. Ia mungkin kembali menjadi anak-anak lagi. Pasangan adakalanya terjebak atau marah dengan situasi yang membuatnya harus berdebat dengan keluarga.

Jika pasangan mulai ribut/adu mulut dengan keluarga, segeranya menyingkir. Pergilah ke ruangan lain atau ke kamar dan cobalah mengatur nafas agar tidak ikut panas. Kadang perdebatan seperti itu memang biasa terjadi pada meraka, jadi biarkan saja.

4. Ambil Sikap

Selain hindari ikut campur dengan perdebatan pasangan dan keluarganya, hindari juga perdebatan dengan mertua. Kadang-kadang mereka mengatakan atau melakukan sesuatu yang dapat mengganggu Anda. Tapi Anda bisa mengambil sikap ketika sudah tidak ada pilihan lain.

Misalnya jika ia terus saja ikut campur saat Anda dan pasangan bertengkar, Anda bisa meminta pasangan untuk meminta orang tuanya berhenti ikut campur. Atau jika mertua terus-terusan masuk kamar tanpa pemberitahuan, Anda bisa memberitahunya untuk mengetuk pintu terlebih dahulu.

Atau mungkin jika di rumah juga tinggal kakak ipar laki-laki yang gemar makan pagi hanya dengan memakai celana boxer? Ini tentu sangat mengganggu. Tak masalah jika menegurnya agar berpakaian sebelum keluar kamar.

5. Minta Bantuan jika Membutuhkan

Hidup dengan mertua dapat memunculkan stress dan emosi hampir pada semua orang. Jika situasi menjadi luar biasa, sepanjang hari hidup makin tidak nyaman dan satu sama lain mulai tersakiti, tak ada salahnya pergi ke konselor keluarga atau pernikahan.

Konselor akan melihat permasalahan keluarga dengan lebih objektif sehingga dapat membantu memperbaiki situasi dan mengurangi stress.

Tak perlu merasa malu jika memang butuh bantuan konselor. Jika keadaan di rumah membuat Anda terus-menerus merasa tersakiti, cobalah pertimbangkan untuk datang ke konselor pernikahan. Atau jika tidak, berusahalah menemukan cara agar kehidupan menjadi lebih baik. Karena pernikahan Anda adalah prioritas utama.

banner5nov