Suami Tidak Adil Pada Istri Kedua, Bagaimana Hukumnya? BUNDA. co – Kewajiban seorang suami yang melakukan poligami adalah berbuat adil baik itu dalam pembagian waktu bermalam atau soal nafkah. Tapi kalau suami tidak bisa adil kepada istri kedua, lalu apa yang harus dilakukan oleh istri?

Hukum Islam Jika Suami Tidak Adil Pada Istri Kedua

Karena keadilan bagi kedua istri untuk mendapatkan jatah ranjang dan uang, maka suami yang lalai seperti itu telah dzolim. Ia telah menyakiti hati istri keduanya. Untuk menebus kesalahannya, ia harus bertobat kepada Allah, meminta maaf kepada istri yang dizdolimi dan memperbaiki kesalahan dengan berusaha berbuat adil di kemudian hari.

gambar-ilustrasi-suami-tidak-adil-pada-istri-kedua-sayang-ke-istri-pertama

Jika suami tidak memenuhi kewajibannya karena ia tidak mau (bukan tidak mampu), maka istri boleh meminta cerai dari suami. Tetapi yang bisa menjatuhkan talak adalah suami jadi, kalau suami menolak menceraikan dan tetap tidak mau berbuat adil istri bisa mengajukan talak ke Pengadilan Agama.

Perceraian bisa otomatis terjadi bila saat pernikahan dibuat perjanjian bahwa akan jatuh talak jika suami berbuat tidak adil kepadanya.

Baju Tidur Pengantin

Beda halnya jika suami lambat laun tidak bisa berbuat adil karena tidak mampu. Misalnya memberikan nafkah belanja yang tidak adil karena usahanya bangkrut sehingga hanya istri pertama saja yang dinafkahi. Jika terjadi hal demikian, suami bisa meminta keridhaan istri kedua. Jika istri kedua mengikhlaskan, maka suami tidak sedang mendzolimi istri.

Istri Siri Bisa Minta Cerai?

Kadang, pernikahan kedua dilakukan secara siri. Lalu bisakan istri yang dinikahi secara siri menggugat cerai? Jawabannya, bisa. Istri cukup meminta bantuan orang yang dahulu menikahkan untuk melakukan mediasi dan melihat kemungkinan rujuk. Jika proses berjalan alot, kedua belah pihak dapat menunjuk utusan untuk menentukan status perkawinan. Masih seret juga? Istri atau wali atau anak bisa mengajukan isbat nikah sekaligus gugatan cerai di Pengadilan Agama (www.alkhoirot.net).

Jika Anda dan suami sudah memiliki anak, maka secara otomatis anak dapat memperoleh hak administratif seperti akte kelahiran dan dokumen lainnya. Isbat nikah inilah yang akan mempermudah jalannya perceraian.

Apa Yang Dapat Dijadikan Alasan Menggugat Cerai Suami?

Gambar Foto Jual Lingerie Murah Import Indonesia

Apa pun masalahnya, seorang istri bisa mengugat cerai suami. Baik itu masalah ketidakadilan, tidak cinta, sering dikasari dan masalah lainnya. Tapi sayangnya, yang dapat menjatuhkan talak pada istri atas suami. Artinya walaupun seorang istri ratusan kali mengucapkan kata cerai, maka tidak sah. Berbanding terbalik dengan suami yang meskipun mengucapkan hanya satu kali, maka sah talaknya.

Dalam keadaan bercanda sekalipun, tetap jatuh talaknya. Oleh sebab itu, suami harus dapat menahan diri dari mengucapkan kata tersebut. Sebagai istri juga tidak baik jika selalu menantang suami untuk menceraikannya. Perceraian merupakan misi terbesar iblis karena perceraian membawa dampak yang teramat buruk seperti terputusnya keturunan, maraknya zina, terlantarnya anak dan banyak lagi.

Meskipun perceraian dibolehkan oleh Allah SWT, namun perbuatan ini sangat dibenci. Karenanya, mari menjaga lisan dari kata cerai agar terhindar dari akibat buruknya.

Yuk Renungkan Kembali…

Faktanya memang banyak istri kedua yang merasa suaminya telah berbuat tidak adil. Mereka menganggap cinta suami kepada istri pertamanya jauh lebih banyak ketimbang kepada mereka. Hal tersebut bisa benar bisa salah. Rasa cinta tidak akan bisa dibagi rata (lihat QS. An Nisa: 129). Selain itu, coba deh instrospeksi diri dulu. Sudahkah melakukan hal yang benar dan pelayanan memuaskan kepada suami?

Istri kedua juga hendaknya ingat bahwa pernikahan kedua ini (bisa saja) terjadi karena adanya ridha dari istri pertama. Sudah sepantasnya istri kedua sedikit bersabar. Namanya juga menikah dengan suami orang… bukankah begitu?

Baju Tidur Pengantin