Baby Shaken Syndrome, Bunda.Co – Terbiasa meletakkan bayi di ayunan? Pernah mengguncang tubuhnya saat frustasi karena tangisan tak juga berhenti?

Atau ayah sering melempar ke udara untuk membuatnya tertawa?

Baby Shaken Syndrome dan Bahaya Melempar atau Mengayun Bayi

Banyak orang tua yang senang mengayun bayi untuk menghentikan tangisannya.

Tapi taukah Bunda jika guncangan pada bayi bisa menimbulkan terjadinya Baby Shaken Syndrome (SBS) yang bisa merusak saraf otak dan penglihatannya? 

Gambar Foto Lingerie Murah Indonesia

Apa itu Baby Shaken Syndrome?

Centers of Disease Control and Prevention dalam situsnya www.cdc.gov mendefinisikan Baby Shaken Syndrome sebagai bentuk trauma keras pada kepala (abusive head trauma) dan bentuk luka traumatik otak yang diakibatkan perbuatan orang lain secara sengaja (inflicted traumatic brain injury).

SBS bisa terjadi secara alami karena pergerakan bayi.

Namun seringnya diakibatkan oleh tindakan orang dewasa yang mengguncang bayi secara keras dengan tangan maupun kaki.

Gambar Foto Jual Lingerie Murah Import Indonesia

Aktivitas mengguncang bayi masuk dalam ketegori kekerasan pada anak.

Akibat dari Baby Shaken Syndrome

David Perlstein, MD, MBA, FAAP dalam www.medicinenet.com memaparkan beberapa akibat yang ditimbulkan oleh SBS:

1. Pendarahan pada otak

2. Kerusakan retina

3. Kerusakan syaraf (yang umumnya bersifat permanen)

4. Kebutaan

5. Cidera pada leher dan tulang belakang.

Akibat paling fatal dari SBS adalah kematian, umumnya di alami bayi dengan usia 3-8 bulan.

Di Indonesia, data gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh SBS belumlah ada, nampaknya belum ada yang mencoba melakukan survei.

Sebagai perbandingan, Shaken Baby Syndrome menjadi penyumbang 10%-12% kematian bayi di Amerika.

Penyebab Baby Shaken Syndrome

Di Indonesia khususnya, ada banyak kebiasaan orang tua yang berpotensi memberikan guncangan pada bayi dan bisa menjadi penyebab SBS.

Silakan ditambahkan jika Anda menemukan yang lain.

1. Menaruh bayi di ayunan

Membuat ayunan bayi menjadi tradisi yang diwariskan turun terumurun di Indonesia.

Pertanyaan sederhana, apa kebiasaan ibu atau pengasuh saat mendapati bayinya menangis di ayunan?

Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa saat bayi menangis di ayunan, orang tua atau pengasuh justru mengayun lebih keras.

2. Mengguncang saat menggendong

Aksi mengguncang bayi dalam gendongan biasa dilakukan ibu. Ada beragam alasan seperti membuat bayi tertawa atau menghentingan tangisan.

Beberapa pengasuh bayi juga terbiasa melakukannya.

Jika menggunakan jasa pengasuh, penting kiranya memberi pengertian pada mereka mengenai bahaya mengayun bayi baik dalam ayunan maupun gendongan.

3. Mengguncang bayi dengan tangan atau kaki

Tangisan bayi seringkali membuat banyak orang tua marah dan frustasi. Saat stress orang cenderung bertindak anarkis.

Contoh yang kerap dijumpai di masyarakat saat bayi menangis adalah membentak sembari mengguncang keras tubuh bayi dengan tangan.

Beberapa bahkan mengguncang dengan kaki (menyepak) karena tidak bisa mengontrol emosi.

Berlaku kasar hanya akan memperkeras tangisannya.

Tidak berhenti di sana, efek samping mengayun bayi adalah timbulnya Shaken Baby Syndrome jika guncangan tersebut sampai menyebabkan luka pada otak traumatik.

Anak adalah anugerah, adalah penting belajar mengontrol emosi dalam merawat buat hati untuk bisa memberikan pengasuhan terbaik.

4. Bermain dengan melempar bayi ke udara

Ini biasa dilakukan para ayah saat mengajak bayinya bercanda dengan melempar bayi ke udara.

Beberapa bayi akan tertawa diperlakukan seperti ini.

Alih-alih membuatnya tertawa, jika tanpa sengaja dilakukan dengan cukup keras, guncangan yang ditimbulkan justru bisa membahayakan mereka. 

Gejala Shaken Baby Syndrome

Luka otak akibat SBS tidak mudah diketahui karena tidak memperlihatkan luka seperti memar karena terjatuh atau terbentur.

Untuk membantu mengidentifikasi gangguan tersebut, berikut ini beberapa gejala pada bayi yang mengalami SBS sebagaimana dilansir www.mayoclinic.com.

1. Kesulitan bernafas

2. Muntah

3. Susah makan dan melemahnya daya isap pada saat diberi ASI

4. Warna kulit pucat kebiruan

5. Kejang

6. Menggigil berlebihan (tremor)

7. Kemunduran perkembangan seperti susah terjaga

8. Menangis keras dan melengking cukup lama

9. Lumpuh

10. Koma

Meski ayunan yang pelan relatif tidak berbahaya, kita tidak pernah benar-benar tahu seberapa besar dampak mengayun bayi karena organ mereka memang masih sensitif.

Ayunan dan guncangan efeknya bisa sama seperti benturan keras pada orang dewasa dalam sebuah kecelakaan mobil.

Menangis adalah sifat alami bayi. Kebiasaan mengayun bayi dengan keras, membentak dan mengguncang dengan tangan atau kaki, dan beragam perilaku kasar lainnya hanya akan membuat tangisan semakin keras.

Ada banyak faktor penyebab bayi menangis seperti lapar, haus, gerah, gatal, sakit, popok basah, kaget, dan masih banyak lagi.

Pahami penyebabnya agar lebih mudah menghentikan tangisnya.

Tentu Bunda tak ingin tangisan bayi bertambah kencang dan semakin frustasi bukan?

Coba baca artikel tentang cara menenangkan bayi yang menangis, barangkali bisa membantu Bunda mengatasi buah hati yang rewel.

Topik yang Anda Baca:

ada bahaya ayunan joeyi?, Kenapa bayi di larang pakai ayun per, menggoyangkan kepala bayi saat mau tidur bahayakah, bahaya ayunan untuk bayi, Bahayakah bayi sering diayun pakai tangan, bahayakah efek bayi di ayun, bayi di bandul, efek bandulan terhadap bayi, Bahaya anak dalam ayunan, Bayi bolehkah diayun2,Bagikan yuk, Bunda! Semoga Bermanfaat!
555Shares

Gambar Foto Jual Baju Gaun Tidur Transparan Wanita Dewasa