Kehamilan terjadi ketika sperma mencapai sel telur (ovum) wanita. Ada dua prinsip dasar kontrasepsi yakni mencegah bertemunya sperma dengan sel telur dan menghentikan produksi sel telur. Memahami cara memilih alat kontrasepsi yang tepat dapat membantu pasangan mencegah kehamilan dengan cara yang efektif.

Sebagaimana dilansir situs kesehatan internasional NHK, ada beberapa metode yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan metode kontrasepsi mana yang dipilih. Berdasarkan efektivitasnya sebagai berikut.

1. 99% efektif mencegah kehamilan
2. 99% efektif mencegah kehamilan hanya bila dilakukan dengan tepat
3. 98% efektif bila digunakan sesuai instruksi
4.92-95% berhasil bila dilakukan dengan benar

5 Cara Memilih Alat Kontrasepsi yang Tepat

Kontrasepsi Injeksi/Suntikan

Kontrasepsi Suntik

Gambar Foto Lingerie Murah Indonesia

Termasuk dalam jenis kontrasepsi hormonal. Dilakukan oleh professional dengan dengan penyuntikan hormon progresteron. Ada dua pilihan, Noristerat (efektif 8 minggu) dan Depo Provera (efektif 12 minggu).

Efek samping

  • Nyeri pada payudara,
  • Datang bulan tidak teratur
  • Penambahan berat badan
  • Perubahan mood
  • Sakit kepala

Kelebihan dan kelemahan

  • Tidak perlu dilakukan setiap hari seperti halnya KB pil atau kondom
  • Tidak terpengaruh oleh obat-obatan
  • Boleh digunakan oleh wanita yang tidak cocok menggunakan kontrasepsi berbasis estrogen
  • Jika tak nyaman dengan efek sampingnya, mau tidak mau akan tetap terasa hingga waktu efektifnya habis (8-12 minggu)
  • Pemulihan kesuburan setelah injeksi butuh waktu satu tahun. Ini tidak tepat bagi pasangan yang berencana punya anak dalam waktu dekat
  • Karena dilakukan penyuntingan progresteron, dapat berimpas pada estrogen yang bisa menebabkan terjadinya penipisan tulang.
  • Metode ini dapat juga dapat mencegah kanker rahim dan radang pinggul.

Kontrasepsi Implan

Gambar Foto Jual Lingerie Murah Import Indonesia

Kontrasepsi Wanita Implan

Dilakukan dengan memasukkan implant (panjang 40mm) di lengan atas oleh tenaga profesional. Kontrasepsi ini bertahan hingga tiga tahun.

Efek samping

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri pada payudara
  • Jerawat
  • Gairah seks menurun
  • Perubahan mood

Kelebihan dan kelemahan

  • Hanya perlu melakukannya tiga tahun sekali.
  • Terpengaruh obat-obatan. Penggunaan beberapa jenis obat dapat mempengaruhi efektifitas.
  • Aman digunakan bagi wanita yang tidak cocok dengan KB berbasis estrogen.
  • Jika tak nyaman dengan efek sampingnya, implant bisa diambil dan efek sampingnya akan segera hilang.
  • Setelah implant dilepas, kesuburan akan kembali normal dengan cepat.

Intrauterine Device (IUD)

Cara Memilih Alat Kontrasepsi yang Tepat IUD

Alat ini berbentuk huruf T dan berukuran sangat kecil. Dimasukkan ke rahim oleh tenaga professional. IUD efektif mencegah kehamilan selama 5 – 10 tahun, tergantung jenis yang dipilih. Meski ditanam di rahim, tidak akan mengganggu aktivitas seksual

Efek samping
Perubahan mood dan libido

Kelebihan dan Kelemahan

  • Sekali dipasang, selama 5-10 tahun (tergantung jenisnya) tak perlu lagi memikirkan kontrasepsi
  • Tidak terpengaruh obat-obatan
  • Ada kemungkinan tidak cocok bagi yang sebelumnya memiliki infeksi panggul
  • Dapat dilepas setiap saat dan kesuburan akan kembali dengan segera
  • Beberapa wanita merasa tidak nyaman memasang IUD

 

Sterilisasi Wanita

Tindakan ini dilakukan dengan cara menutup saluran yang menghubungkan sel telur dengan rahim. Dengan cara ini sperma tidak akan bisa menjangkau sel telur. Sel telur tetap diproduksi tubuh tapi kemudian secara alami akan kembali diserap oleh tubuh. Efektifitasnya permanen!

Sebelum operasi selesai, Anda tetap harus menggunakan alat kontrasepsi. Bahkan hingga tiga bulan setelah tindakan, masih diperlukan alat kontrasepsi (tergantu jenis yang diambil, konsultasikan jenisnya pada dokter).

Fakta seputar sterilisasi pada wanita

  • Bersifat permanen
  • Setelah operasi dilaksanakan, akan sangat sulit untuk mengembalikan pada keadaan semua. Pikirkan baik-baik sebelum melakukannya jika masih ingin memiliki anak.
  • Tidak akan mengganggu aktivitas seksual.
  • Ada beberapa resiko yang mungkin terjadi akibat operasi seperti infeksi, pendarahan internal, hingga efek membahayakan bagi organ lain.
  • Jika operasi gagal, dapat meningkatkan resiko kehamilan di luar rahim (ectopic pregnancy)

 

Sterilisasi Pria/Vasektomi

Dilakukan dengan memblokir saluran sperma dari testis ke penis. Bahkan saat ejakulasi, sperma tidak akan dikeluarkan lewat penis sehingga 99% kehamilan tidak akan terjadi.

Fakta seputar Vasektomi

  • Beberapa minggu setelah operasi, tetap dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi karena mungkin saja ada sperma yang sudah berada di saluran penis.
  • Kantung pelir (scrotum) bisa mengalami nyeri dan pembengkakan. Beberapa orang juga merasakan sakit di bagian testis.
  • Seperti halnya operasi, ada resiko terjadi infeksi.

Meskipun jenis-jenis kontrasepsi di atas 99% efektif mencegah kehamilan, namun tidak dapat mencegah terjadinya penularan HIV dan penyakit menular seksual lain. Selain lima jenis di atas, masih ada pilihan kontrasepsi lain.

Selanjutnya kita akan membahas jenis kedua dari penggolongan kontrasepsi berdasarkan efektivitasnya. Yakni 99% efektif mencegah kehamilan jika dilakukan dengan benar.

Sebelum memutuskan, Anda memang disarankan memperbanyak pengetahuan terkait cara memilih alat kontrasepsi yang tepat guna kenyamanan Anda dan Pasangan. Perhatikan juga efek samping serta lama pemulihan kesuburan, terutama bagi yang masih menginginkan anak lagi.

Kalau Anda sendiri, alat kontrasepsi mana yang lebih cocok? Apa sudah disesuaikan dengan tujuannya?

Topik yang Anda Baca:

memilih kb yang tepat, alat kontrasepsi, cara memilih kb dari apa??, KB paling bagus, memilih kb yg cocok,Bagikan yuk, Bunda! Semoga Bermanfaat!
54Shares

Gambar Foto Jual Baju Gaun Tidur Transparan Wanita Dewasa